Bab yang Menerangkan Sholat (bagian II)

Kita lanjutkan belajar seputar fiqh sholat, topik yang akan kita bahas pada bagian II ini adalah Rukun dan Sunnah-Sunnah dalam sholat. Semoga kita benar-benar faham karena bagian ini adalah titik terpenting dalam ibadah sholat.

Soal : Berapakah rukun dalam sholat ?

Jawab : Rukun dalam sholat berjumlah empat belas rukun.

pertama, berdiri bagi yang mampu

kedua, niat (di lafadzkan dengan usholli, dan diucapkan dalam hati ketika takbiratul ihram)

ketiga, takbiratul ihram

keempat, membaca al-fatihah

kelima, ruku’

keenam, tuma’ninah dalam ruku’, i’tidal, sujud dan duduk diantara dua sujud

ketujuh, i’tidal

kedelapan, sujud

kesembilan, duduk diantara dua sujud (iftirosh)

kesepuluh, duduk tasyahhud akhir

kesebelas, membaca tasyahhud akhir

kedua belas, bershalawat atas rasulullah dalam tasyahhud akhir

ketiga belas, salam pertama

keempat belas, tartib (berurutan).

Soal : Apa sunnah-sunnah sebelum masuknya waktu sholat ?

Jawab : Adzan dan Iqamah.

Soal : Apa sunnah-sunnah setelah masuknya waktu sholat ?

Jawab : Dibagi menjadi dua bagian, sunnah abyadh dan sunnah hai’at.

Soal : Berapakah sunnah abyadh dalam sholat ?

Jawab : Sunnah abyadh ada tiga.

pertama, tasyahhud akhir (dimulai dari kama shollaita ala sayyidina ibrahim, hingga akhir)

kedua, shalawat atas nabi pada tasyahhud awal

ketiga, membaca doa qunut pada sholat shubuh dan pada waktu pertengahan hingga akhir bulan ramadhan

Soal : Berapakah sunnah hai’at dalam sholat ?

Jawab : Sunnah hai’at berjumlah ada lima belas.

pertama, mengangkat tangan diatas kedua bahu manakala takbiratul ihram, ruku’, i’tidal, dan setelah tasyahhud awal

kedua, meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri, diatas dada dan diatas pusar ketika bersedekap

ketiga, membaca doa iftitah

keempat, membaca ta’awudz

kelima, mengucapkan amin

keenam, membaca surah setelah fatihah pada rakaat pertama dan kedua untuk selain makmum (imam)

ketujuh, mengeraskan dan melirihkan bacaan pada waktunya masing-masing

kedelapan, membaca takbir pada perpindahan gerakan

kesembilan, membaca “sami’allahu liman hamidah, rabbana lakal hamdu” ketika i’tidal

kesepuluh, membaca tasbih sebanyak tiga kali ketika ruku’ dan sujud

kesebelas, meletakkan tangan diatas ujung paha dengan cara membuka rapat tangan kiri dan menggenggam tangan kanan kecuali jari telunjuk.

kedua belas, duduk iftirosh

ketiga belas, duduk tawarruk (tasyahhud akhir) pada gerakan duduk yang terakhir

keempa belas, uluk salam yang kedua

kelima belas, niat mengakhiri sholat.

=============================

Bersambung…

=============================

Referensi :

Kitab Mabadi’u Al-Fiqhiyyah Juz III oleh Ustadz Umar Abdul Jabbar, bersumber dari madzab fiqh Imam Assyafi’i

diterjemahkan menjadi bahasa jawa oleh Ustadz Ahmad Sunarto, Rembang, Jawa Tengah. 

=============================

Bab yang Menerangkan Sholat (bagian I)

images

Sholat adalah salah satu syariat terpenting dalam ajaran islam, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah “Shalat itu adalah tiang agama (Islam), maka barangsiapa mendirikannya maka sungguh ia telah mendirikan agama (Islam) itu dan barangsiapa merobohkannya maka sungguh ia telah merobohkan agama (Islam) itu,” mengingat begitu pentingnya bab sholat, maka pelajaran kita kali ini adalah membahas fiqh seputar sholat, dengan harapan dapat kita terapkan dalam menjalankan sholat sehari-hari.

Soal : Siapa yang diwajibkan sholat ?
Jawab : Sholat diwajibkan atas setiap orang islam yang sudah baligh, sehat akalnya, dan wajib atas atas orang tua untuk memerintahkan putra-putrinya untuk melaksanakan sholata pabila telah mencapai usia tujuh tahun bahkan orang tua diperkenankan untuk memukul dengan niatan mendidik apabila setelah memasuki usia sepuluh tahun namun putra-putri mereka tidak melaksanakan sholat.

Continue reading “Bab yang Menerangkan Sholat (bagian I)”