Penerimaan Santri Baru

Penerimaan Santri Baru

Penerimaan Santri Baru

Asrama Mahasiswa Majelis Ta’lim dan Dzikir Jagad Shalawat

 

Alamat :
Jl. Taman Bunga Merak II Kav. 67, Kel. Jatimulyo (Depan Politeknik Malang). Akses dekat dengan kampus UB, UM, UIN dan Poltek.
Fasilitas :
Kamar tidur, dapur, 2 kamar mandi, kitab.

Ta’lim :
Kegiatan ta’lim dilaksanakan ba’dal maghrib dan ba’dal subuh. Mulai hari Senin s/d Jumat, sehingga tidak mengganggu jadwal kuliah.

Materi Ta’lim :
Fiqh, Aqidah, Tasawuf, Nahwu, serta amaliah-amaliah seperti, pembacaan shalawat Nabi, Ratib al-Haddad, wird al-lathif, dll.

Contact Person :
Ust. Bayu (0856 0869 1956)
Ust. An’im (085 258 990 258)

Biaya :
Rp1.500.000 / 6 bulan. (sudah termasuk ta’lim dan kitab)

Khodim,

Ust. Bayu Candra Setyawan, S.Pdi

Majlis Jagad Sholawat Jagad Sholawat Di Hadiri Pangeran Masud Thoyib

Jagad sholawat Kamis, 22 September mengadakan acara rutinan pembacaan maulid di Markas Pusat Studi peradaban Brawijaya Malang. Tak kami sangka alhamdulillah saat pembacaan maulid dimulai tiba-tiba kami dikagetkan dengan kehadiran tamu istimewa dan agung yakni Pangeran Masud Thoyib atau yang bernama lengkap “Pangeran Nata Adiguna Masud Thoyib Jayakarta Adiningrat“.

Acara pembacaan maulid pada kamis 22 september 2016 ini sekaligus dibarengi dengan acara tasyakuran santri Jagad Shalawat yang telah selesai menempuh ujian skripsi (santri JS mayoritas mahasiswa), dan beberapa santri lain yang berulang tahun pada bulan ini, Alhamdulillah.

Beliau, hadir di malang untuk menghadiri acara seminar yang di adakan oleh kampus Brawijaya dalam acara “Workshop Nasional Naskah Klasik Nusantara Jilid II” bersama tokoh lainnya seperti,

  1. Prof. Dr. Muhajir Effendi , Drs. M.AP (Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI)
  2. K.H Marzuki Mustamar (Ulama’ dan Ketua PCNU Malang)
  3. Romo Ki Djati Kusuma (Budayawan)

Beliau, pangeran masud kemudian memberikan sambutan dan pesan pesan kepada kami (video), mengenai sejarah nusantara, spiritualitas keagamaan dan lainnya.  Seusai menyampaikan sambutan beliau langsung undur diri bersama Pengasuh kami (Jagad Shalawat) Bapak Dr. Jazim Hamidi, Ketua Yayasan Pusat Studi Peradaban.

 

25be55f1-5945-404c-8c35-758d9f289915

 

wp_20160922_20_33_01_pro

 

img-20160923-wa0004

 

img-20160923-wa0005

 

img-20160923-wa0008

 

 

Bermusuhan hanya karena Masalah Ijtihadiyah

Bermusuhan hanya karena Masalah Ijtihadiyah

Perpecahan diantara sesama muslim telah sukses dilakukan dengan cara membesar-besarkan perbedaan dalam masalah ijtihadiyah (yang dibolehkan berbeda) kemudian masalah ini dibuat menjadi begitu sensitif.

Padahal Sejak dulu permasalahan ini hanyalah permasalahan ijtihadiyah, Tidak ada yang berubah !

Bedanya, umat Islam dulu tidak pernah berperang karena masalah ijtihadiyah seperti ini, mereka malah menjadikannya sebagai alat untuk memperkuat persaudaraan dan menghidupkan toleransi.

Adapun umat Islam hari ini ?

Permasalahan ijtihadiyah yang sama malah menjadi pisau dan senjata untuk memecah belah persatuan umat Islam.

— Almarhum Almaghfurlah Fadhilatussyaikh Dr. MUHAMMAD SAID RAMADHAN AL BOUTHI,

Ulama Besar Syria

Amalan Asyura yang Jarang Diketahui

Ada kesunnahan hari Asyura yang mungkin tidak banyak diketahui oleh banyak orang. Apakah itu? Perhatikan hadist berikut;

من وسع علي اهله يوم عاشوراء اوسع الله عليه ساءر السنة

“Barang siapa yang menambah nafkah kepada keluarga di hari Asyuro maka Alloh akan menambah nafkahnya selama setahun itu” (HR. Sufyan bin Uyainah.)

Maksud dari keterangan di atas adalah, hendaknya setiap muslim di hari Asyuro (hari ini) mengkhususkan untuk bermewah-mewahan dalam hal rejeki.

Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah makan dengan makanan yang lezat, mewah, dan tidak seperti biasanya. Dengan niat apa? Ya dengan niat mengikuti sunnah Nabi. Yang biasa makan dengan tempe, maka cobalah hari ini untuk makan dengan daging. Yang biasa minum air putih, cobalah dengan minuman yang berbeda.

Sekali lagi semuanya dengan niat ittiba’ sunnah. Maka barangsiapa demikian, insyaallah Allah akan melapangkan rejekinya sepanjang tahun. Amin.