Press "Enter" to skip to content

Fenomena NU Garis Lurus dan Islam Nusantara

Dulu, ketika ada fenomena NU Garus Lurus yang dicetuskan oleh Ust. Luthfi Bashori, ramai-ramai banyak pihak yang mempersoalkan, termasuk oleh para aktivis liberal. Mereka berdalih, “Sampai kapanpun NU tetap NU. Jadi, tidak ada istilah “NU Garis Lurus”. Istilah itu hanya dihembuskan oleh orang-orang atau kelompok yang tidak suka dan hasud kepada NU, meskipun mereka berasal dari tubuh NU sendiri” (muslimedianews.com). Padahal niat NU Garis Lurus adalah sebagai nasehat agar NU tetap berpegang teguh pada rel yang benar.

Sekarang, ketika muncul fenomena Islam Nusantara, justru banyak dukungan dari aktivis liberal, mereka berdalih, “Islam Nusantara merupakan Islam yang menghargai budaya lokal” (salafynews.com).

Coba sekarang dibalik, Sampai kapanpun Islam tetap Islam. Jadi, tidak ada istilah “Islam Nusantara”. Istilah itu hanya dihembuskan oleh orang-orang atau kelompok yang tidak suka dan hasud kepada Islam, meskipun mereka berasal dari tubuh Islam sendiri. Apakah mereka menerima ? Entahlah

Yang jelas kalau tidak ada istilah NU Garis Lurus, tidak ada pula istilah Islam Nusantara. NU tetap NU dan Islam tetaplah Islam. Tanpa embel-embel “Garis Lurus”, NU sudah Lurus. Dan tanpa embel-embel “Nusantara”, islam adalah agama yang Rahmatan Lil Alamin…

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.