Press "Enter" to skip to content

Bab yang Menerangkan Sholat (bagian I)

images

Sholat adalah salah satu syariat terpenting dalam ajaran islam, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah “Shalat itu adalah tiang agama (Islam), maka barangsiapa mendirikannya maka sungguh ia telah mendirikan agama (Islam) itu dan barangsiapa merobohkannya maka sungguh ia telah merobohkan agama (Islam) itu,” mengingat begitu pentingnya bab sholat, maka pelajaran kita kali ini adalah membahas fiqh seputar sholat, dengan harapan dapat kita terapkan dalam menjalankan sholat sehari-hari.

Soal : Siapa yang diwajibkan sholat ?
Jawab : Sholat diwajibkan atas setiap orang islam yang sudah baligh, sehat akalnya, dan wajib atas atas orang tua untuk memerintahkan putra-putrinya untuk melaksanakan sholata pabila telah mencapai usia tujuh tahun bahkan orang tua diperkenankan untuk memukul dengan niatan mendidik apabila setelah memasuki usia sepuluh tahun namun putra-putri mereka tidak melaksanakan sholat.

Soal : Berapakah syarat sholat ?
Jawab : Syarat sholat ada lima.
pertama, Suci dari hadas besar maupun kecil. bagaimana kita membedakan hadas dengan najis? hadas adalah sesuatu yang mewajibkan kita berwudhu, sedangkan najis adalah yang menghalangi kita untuk menunaikan sholat.
kedua, Suci badannya, pakaiannya dan tempatnya dari najis. bagaimana apabila tidak ada satupun pakaian yang layak untuk dipakai karena najis? maka diperbolehkan mencuci terlebih dahulu, meskipun telah melewati waktu sholat, namun ini hanya berlaku untuk kondisi yang amat darurat.
ketiga, Menutup aurat
keempat, mengetahui masuknya waktu sholat
kelima, menghadap qiblat

Soal : Berapakah jumlah bilangan sholat fardhu ?
Jawab : Berjumlah 17 rakaat.
pertama, dua rakaat pada sholat shubuh. waktunya dimulai ketika keluarnya fajar shidiq sampai terbitnya matahari.
kedua, empat rakaat pada sholat dhuhur. waktunya dimulai ketika lengsernya matahari dari waktu istiwa’ hingga bayang-bayang matahari sepadan dengan suatu benda yang memang difungsikan sebagai alat ukur.
ketiga, empat rakaat waktu ashar. waktunya dimulai ketika bayang-bayang matahari sepadan dengan benda ukur hingga terbenamnya matahari.
keempat, tiga rakaat sholat maghrib, yang waktunya dimulai ketika tenggelamnya matahari hingga rona merah pada mega matahari.
kelima, empat rakaat sholat isya’, yang waktunya dimulai ketika hilangnya mega merah hingga keluarnya fajar shidiq.

Soal : Apa sunnah-sunnah yang mengikuti sholat fardhu ?
Jawab : Dua rakaat sebelum sholat shubuh, empat rakaat sebelum sholat dhuhur dan empat rakaat setelahnya, empat rakaat sebelum sholat ashar, dua rakaat sebelum shalat maghrib dan dua rakaat setelahnya, dua rakaat sebelum shalat isya’ dan dua rakaat sesudahnya diikuti dengan witir.

Soal : Berapakah jumlah rakaat witir?
Jawab : Jumlah rakaat shalat witir berjumlah sebelas rakaat yang dimulai setelah shalat isya hingga keluarnya fajar shidiq.

Soal : Apa sajakah waktu-waktu yang diharamkan sholat ?
Jawab : Ada lima waktu yang diharamkan untuk melakukan sholat,
pertama, ketika terbitnya matahari hingga matahari naik sepenggalah (setombak).
kedua, ketika waktu istiwa’ (matahari tepat dititik tengah) kecuali hari jumat hingga lengsernya matahari
ketiga, ketika menguningnya matahari hingga terbenamnya matahari
keempat, setelah sholat shubuh hingga keluarnya matahari dari sisi timur
kelima, setelah sholat ashar hingga terbenamnya matahari.

=============================
Bersambung ke bagian II
=============================
Referensi :
Kitab Mabadi’u Al-Fiqhiyyah Juz III oleh Ustadz Umar Abdul Jabbar, bersumber dari madzab fiqh Imam Assyafi’i
diterjemahkan menjadi bahasa jawa oleh Ustadz Ahmad Sunarto, Rembang, Jawa Tengah.
=============================

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.